Kamis, 12 Maret 2015

i'm back guys........
its was so long...well, im back to review some thriller movie yeah!!!
ASEAN THRILLER MOVIE PART II

1. Bestseller

            Menceritakan tentang seorang penulis terkenal yang digugat mengenai keaslian cerita buku yang telah ia buat. Ia mulai mengalami tekanan karena banyak hujatan yang ia dapat hingga berdampak pada kondisi rumah tangganya. Untuk menenangkan diri dari tekanan tersebut, ia pergi ke sebuah villa bersama anaknya. Semenjak pindah, ia mulai mengalami beberapa kejadian aneh dimana anaknya menceritakan sesosok wanita yang tinggal didalam villa tersebut bersama mereka. Cerita anaknya tersebut menginspirasi dia mengangkatnya dalam buku, namun semakin dalam ia ingin mengetahui cerita sosok perempuan misterius tersebut membuat ia sadar akan kematian putrinya. Tanpa ia sadari ancaman kematian mulai menghantuinya…well tonton aja yah film dari korea selatan ini…lumayan buat para pencinta thriller…<->

2. I Saw The Devil


            I saw the devil merupakan salah satu film thriller Korea selatan dimana menceritakan tentang seorang anggota polisi yang mengejar pembunuh berantai yang telah membunuh calon istrinya. Hal yang paling menarik dari film ini adalah penonton dibuat tegang dalam setiap adegannya, dimulai sang pembunuh yang sangat keji terhadap para korbannya. Lalu terdapat tokoh teman si pembunuh yang merupakan seorang kanibal…(ugh..its so jerk). Pokoknya tonton aja deh film thriller dari negeri ginseng ini…really recommended!!!

3. Rainbow Eyes

            Balik lagi ke negri Ginseng say….. Rainbow Eyes merupakan sebuah film dengan alur maju-mundur (bukan maju-mundur cantik yeah!hihi). Bercerita tentang seorang detektif yang menyelidiki kasus pembunuhan seorang pria yang ternyata seorang gay, semakin menuju titik terang dalam kasus tersebut…sang detektif menemukan kenyataan pahit dari masa lalunya yang berkaitan dengan kasus tersebut. Well, tonton aja…qt bakal dibuat terlena dalam cinta terlarang yang dibalut dengan pembunuhan dan kekerasan secara fisik n psikis.

4. Lesson from evil

            Film yang satu ini berasal dari negeri Sakura…Jepang, berbeda dari film lainnya. Film ini menceritakan pembunuhan dari sudut pandang si pelaku (si pelaku emang psikopat karena ada bisikan apa gitu), kita bakal dibuat ngeri, merinding karena si pelaku yang menyamar emnjadi seorang guru yang dengan kejam membantai para muridnya…(srigala berbulu domba )…well efek darah yang muncratnya pun bagus n bikin merinding….tonton deh film dari Jepang ini, TOP BGT….!

5. Confessions

            Masih dari negeri Jepang…Confessions ini merupakan film thriller-psichology dimana seorang guru yang memberikan pelajaran terakhir pada para muridnya diman ada dua muridnya yang menjadi pelaku pembunuhan anak tunggalnya… Well, tonton aja deh pokoknya penonton bakal dibuat kaget dengan pengakuan yang di utarakan oleh film tersebut….. happy watching yeah!

6. Midnight FM

            Berasal dari South Korea lagi cung.. Menceritakan seorang penyiar radio yang memilki seorang pengagum yang merupakan seorang pembunuh berantai. Pembunuh tersebut mendapat inspirasi dan keberanian dalam membunuh karea terinspirasi oleh penyiar radio tersebut. Hingga untuk menunjukan kekaguman sekaligus kekecewaannya ia mulai menteror keluarga sang penyiar tersebut….tonton aja deh guys gk bakal nyesel ko…



Referensi film kali ini semoga dapat menjadi pilihan terbaik bagi anda sekalian untuk menemani rest time anda sekalian…. well, dari setiap film thriller yang menyuguhkan adegan keji ini jangan sampai membuat kita menjadi sosok keji seperti dalam film thriller tersebut namun menjadikan kita lebih peduli dan mengasah hati kita lagi sebagai makhluk yang di berikan hati dan akal oleh sang Maha Pencipta… just for fun but take the good side.

Sejarah Tari_ Gugum Gumbira (tokoh Jaipongan)

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
            Arus globalisasi yang memasuki Indonesia membuat beberapa kesenian tradisional bangsa Indonesia mengalami masa kemunduran. Kesenian tradisional banyak mengalami kemunduran dari segi tarian, alat musik, seni artistik serta ritual adat. Indonesia mendapatkan tempat khusus dimata dunia akan keseniannya yang beragam, diantaranya adalah seni tari dari Indonesia yang sangat memukau  dunia. Tari Kecak dari Bali, Tari Saman dari Aceh serta Jaipongan dari Jawa Barat bisa disebut sebagai ikon Indonesia yang sangat terkenal. Keberadaan tari Jaipong sendiri telah mengalami banyak situasi yang menghantam eksistensi tari jaipongan. Jaipong sebagai seni tari yang mampu bertahan sampai sekarang merupakan hasil kerja keras seorang seniman jenius yang mengangkat jaipongan ke tingkat universal, seniman jenius ini adalah Gugum Gumbira.
Sosok Gugum Gumbira dalam dunia jaipong boleh dikatakan sebagai penggagas dan pembaharu yang banyak melakukan eksplorasi sebelum terwujudnya seni jaipongan seperti yang sekarang ini. Jaipongan yang merupakan tari rakyat yang dulunya hanya berfungsi hiburan pribadi kini mengalami perubahan. Untuk mengetahui bagaimana proses perubahan fungsi tersebut serta bagaimana Gugum Gumbira dalam menciptakan tari Jaipongan dalam makalah ini kami mengangkat sosok Gugum Gumbira yang menjadi penggagas tari jaipong sebagai tema dengan tujuan dapat menambah wawasan mahasiswa seni tari dalam mendalami tari jaipong.
I.2 Rumusan Masalah
a.       Latar belakang keluarga Gugum Gumbira ?
b.      Bagaimana kehidupan Gugum Gumbira ?
c.       Bagaimana eksistensi Gugum Gumbira dalam perkembangan tari    Jaipong ?




I.3 Tujuan dan Manfaat
a.       Untuk mendeskripsikan sosok dari Gugum Gumbira
b.      Untuk mendeskripsikan penggagas dari tari Jaipong
c.       Dapat menjabarkan biografi dari Gugum Gumbira
d.       Dapat menjabarkan asal mulanya tari Jaipong.

I.4 Metode Pembahasan
Adapun metode pembahasan yang digunakan adalah sebagai berikut ; studi dokumentasi dan diskusi kelompok. Studi dokumentasi menggunakan bahan artikel baik lewat media cetak maupun  media masa. Diskusi kelompok merupakan kegiatan bertukar pikiran mengenai aspek yang dibahas dengan disertai landasan yang kuat.



















BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Latar Belakang Gugum Gumbira
            Gugum Gumbira merupakan seorang Koreografer dan Komposer Sunda, selain aktif dalam dunia kesenian beliau juga menjadi pengusaha di Bandung. Keberhasilan yang beliau dapat sekarang tidak luput dari hasil didikan orang tuanya yakni H. Miharta dan Hj. Oyoh. Gugum Gumbira lahir pada tanggal 4 April 1945, beliau adalah anak sulung dengan empat bersaudara yakni ; Gugus Gusnadi, Gagar Garwati, Dedi Kusnaedi dan yang bungsu adalah Gagan Suhandi Margana.
Lahir dalam keluarga yang dekat dengan dunia seni membuat Gugum Gumbira menyukai seni dari kecil. Sejak kecil Gugum Gumbira mulai diajari pencak silat oleh ayahnya. Ia menamatkan Sekolah Dasarnya pada tahun 1958 dan pada tahun 1961 menamatkan Sekolah Menengah Pertamanya. Ketika Gugum Gumbira duduk di bangku SMA, ia mulai menunjukkan bakatnya dalam dunia seni hal ini diwujudkan dalam bentuk sebuah karya yang membuatnya terkenal, yakni beliau berhasil menggarap sebuah tarian yang disebur sebagai tari Kewer Ronggeng. Gugm Gumbirapun menamatkan Sekolah Menengah Atasnya pada tahun 1964. Dengan seni yang telah mendarah daging dalam diri beliau tidak membuatnya hanya ingin fokus pada satu bidang ilmu saja. Ketika beliau memulai kehidupan kuliahnya, beliau memilih jurusan Sosial Politik Universitas Padjajaran, namun tidak ia selesaikan. Awalnya bekerja di Departemen Keuangan kemudian pindah ke Pemda Kodya Bandung (1967) sambil kuliah kembali di Akademi Keuangan STIA Pasundan, lulus 1988.
           
II.2 Kehidupan Gugum Gumbira
            Kehidupan Gugum Gumbira yang semenjak kecil telah mengenal seni bela diri pencak silat membuatnya tumbuh menjadi orang yang keras dalam membangun cita-citanya. Hal ini bisa dilihat dimana ketika duduk di bangku SMA beliau telah menciptakan sebuah karya yang berhasil mengubah pandangan masyarakat terhadap tari rakyat yang terkesan erotis. Tarian Kewer Ronggeng merupakan langkah awal Gugum Gumbira dalam meniti kariernya dimana dimulai dengan langkah itu beliau akan menciptakan sebuah tarian jangre baru yang disebut dengan Jaipongan. Melihat keadaan masyarakat saat itu, Gugum merasa prihatin dengan kesan “wanita nakal” yang melekat pada penari ronggeng atau ketuk tilu. Sebagai pemuda yang berpendidikan serta mencintai dunia seni, Gugum tergerak untuk menghilangkan kesan negative yang ada pada penari di kalangan masyarakat, beliau mulai menyusun sebuah tarian yang gerakan dasarnya di ambil dari tari ketuk tilu dan mengkombinasikannya dengan pencak silat yang telah beliau pelajari dari ayahnya. Tarian ini yang kemudian kita kenal dengan nama Jaipong. Dunia seni memang telah menjadi bagian hidupnya hingga Gugum pun akhirnya menikah dengan seorang maestro tembang Cianjuran yang bernama Euis Komariah dan dikarunia empat orang anak perempuan yaitu Mira Tejaningrum Gumbira, Inedinar Gumbira, Ase Ratna Mantili Gumbira dan Sondah Utami Dewi Gumbira. Keempat puteri ini mengikuti jejak sang Ayah dan Ibu.
II.3 Eksistensi Gugum Gumbira dalam Jaipong
            Jawa Barat merupakan gudang berbagai bentuk seni, diantaranya seni tari yang berfungsi sebagai ritual, upacara adat serta hiburan pribadi. Seni yang berfungsi sebagai hiburan pribadi ini, diantaranya adalah ketuk tilu, ronggeng gunung, topeng banjet, banreng, doger kontrak dan jaipongan. Jaipongan sempat mengalami berbagai hujatan, tuduhan dan kritikan dari berbagai pihak yang sangat tajam. Namun, dari  kritikan tersebut tari Jaipongan ini dapat menembus berbagai kalangan, entah itu dari kalangan bawah sampai elit atas. Gugum Gumbira mengubah citra tari ketuk tilu yang awalnya kampungan, erotis dan negative menjadi sebuah tarian hiburan yang menarik dan tidak melanggar norma kesopanan yakni Jaipongan. Ketuk Tilu yang menjadi dasar bagi tari Jaipongan merupakan tari yang mengalami perkembangan sesuai waktunya. Ketuk Tilu yang mengalami perkembangan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu, ketuk tilu bihari, ketuk tilu kamari dan ketuk tilu kiwari. Adapun terdapat mitos dalam masyarakat yang mengatakan nama Jaipongan merupakan kata cengah  (senggakan pada karawitan Jawa) yang merupakan respons dari bunyi gendang yang banyak terdengar pada kliningan   Gamelan Karawitan. Ada tiga kata yang biasa diteriakkan oleh para musisi dalam mengisi serta memberi aksen pada permainan gendang yaitu Jaipong, jakinem dan jainem. Dari aksen tersebut Gugum Gumbira sangat tertarik pada kata Jaipong sehingga memberikannya inspirasi dalam menciptakan tari jaipong.
Langkah awal yang dilakukan oleh Gugum Gumbira adalah dengan menampilkan hasil karyanya dihadapan masyarakat umum bersama Tati Saleh berpasangan menarikan Tari “Kewer Ronggeng” pada tahun 1974 di Gedung Asia Afrika dalam pecan tari rakyat se-Jawa Barat. Organisasi yang mewadahi kegiatan Gugum Gumbira dinamakan Grup Jugala yang berdiri pada tahun 1976. Dari Grup Jugala ini beliau telah menciptakan banyak karya entah itu merupakan tari tunggal, berpasangan ataupun kelompok.Diantaranya karya yang diciptakan Gugum Gumbira setelah mendirikan Grup Jugala adalah  Oray Welang (1976), Rendeng Bojong, Keser Bojong (1986), Setra Sari, Rawayan, Ringkang Gumiwang dan lain-lain. Salah satu pengalamannya yang patut di apresiasi adalah Gugum Gumbira pernah menjadi seorang Koreografer masal dalam memeriahkan Kitab Remaja Nasional di Jakarta pada tahun 1995 dengan melibatkan 1.200 mustid Sekolah Menengah Atas dari Jakarta dan Bandung. Dalam mengembangkan tariannya Gugum Gumbira dibantu oleh beberapa murid serta temannya yang diantaranya adalah Tati Saleh dan Yeti Mamat.











BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Tari Jaipong merupakan hasil karya cipta seorang seniman cerdas yang bernama Gugum Gumbira. Gugum Gumbira membentuk tarian ini dengan mengambil gerakan dasar yang ada pada tari ketuk tilu (tarian yang di anggap seronok) serta mengkombinasikannya dengan gerakan pencak silat, tari chacha bahkan ibing tayuban, semua ini beliau lakukan agar dapat menghilangkan kesan buruk yang ada pada penari ronggeng. Tari rakyat ini telah berkembang menjadi universal dimana Gugum mengajak Tati Shaleh seorang wanita keturunan Menak untuk menjadi penarinya dalam menarikan tari Kewer Ronggeng yang telah beliau ciptakan. Berkat jasa beliaulah kita masih bisa menikmati tari Jaipong yang sesuai dengan karakter anak muda sekarang yaitu enerjik dan dinamis.
Inti dari makalah kami ini adalah mengambil keteladanan dari seorang Gugum Gumbira, seniman yang kaya akan kreativitas serta inovasinya yang membuatnya terkenal sampai sekarang karena telah mendobrak pandangan buruk para penari ronggeng yang berubah menjadi jaipong.

III.2 Rekomendasi
Rekomendasi yang ingin disampaikan atas makalah ini adalah materi yang dibahas dalam makalah ini bisa menambah pengetahuan bagi mahasiswa dalam mengenal tari Jaipong  yang selama ini merupakan  tari kreasi yang berkembang di masyarakat Jawa Barat. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua termasuk bagi para pembaca sekalian, kekurangan dan kelebihan yang ada dalam makalah ini akan menjadi bahan bagi kami dalam mengembangkan materi dalam tugas selanjutnya.





DAFTAR PUSTAKA

 

Soedarsono dan Narawati, Tati. (2005) Tari Sunda Dulu, Kini dan Esok. Bandung;            P4ST.